WhatsApp

Workshop Penguatan Guru dan Karyawan SMK PL Tarcisius ” mendidik dengan hati, mengajar dengan cinta”

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan semangat pelayanan di bidang pendidikan, SMK PL Tarcisius mengadakan Workshop Penguatan bagi Guru dan Karyawan dengan tema “Mendidik dengan Hati, Mengajar dengan Cinta.” Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan SCU (Soegijapranata Catholic University) dan Yayasan Insan Sekolah Kasih, serta menghadirkan narasumber inspiratif, Romo Paulus Erwin Sasmito, Ph.D.

Workshop ini dilaksanakan di lingkungan SMK PL Tarcisius dengan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Guru dan karyawan mengikuti setiap sesi dengan semangat dan keterbukaan untuk belajar bersama, merefleksikan kembali makna panggilan mereka dalam dunia pendidikan.

Dalam paparannya, Romo Paulus Erwin menekankan bahwa mendidik bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga menghadirkan kasih, ketulusan, dan empati dalam setiap proses pembelajaran. Ia mengajak seluruh pendidik untuk mendidik dengan hati—yakni melihat setiap siswa sebagai pribadi yang unik dan berharga—serta mengajar dengan cinta, yang berarti memberikan keteladanan, kesabaran, dan perhatian tulus bagi perkembangan siswa.

Melalui kegiatan ini, para guru dan karyawan diajak untuk memperbarui semangat pelayanan mereka, mengingat kembali bahwa pendidikan yang sejati lahir dari hati yang mencintai dan peduli. Selain sesi inspiratif, workshop juga diisi dengan refleksi bersama, diskusi kelompok, dan kegiatan interaktif yang memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas sekolah.

Br Agustinus Marsanto Kepala SMK PL Tarcisius dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar semangat dan nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Dengan demikian, SMK PL Tarcisius tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi rumah yang penuh kasih dan perhatian bagi seluruh warga sekolah.

Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi seluruh guru dan karyawan untuk kembali meneguhkan panggilan mereka sebagai pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga hangat dalam kasih. Sebab, seperti yang disampaikan Romo Paulus Erwin, “Pendidikan yang sejati lahir dari hati yang mencintai.” (Ardhi Putranto)